0813 100 111 61 | leosiregarlsa@gmail.com

Home » Informasi Hukum » Apakah Menghina di Aplikasi Chatting Dapat Diproses Hukum?

Apakah Menghina di Aplikasi Chatting Dapat Diproses Hukum?

Komunikasi pada era ini sudah dapat dikatakan sebagai kebutuhan pokok manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi serta menyeruaknya Revolusi Industri 4.0. sebagai isu terkini dunia internasional, komunikasi sudah lebih mudah dilakukan melalui genggaman tangan, atau yang sekarang disebut sebagai komunikasi elektronik.. Tentunya hal tersebut merubah pola aturan hukum dalam berkomunikasi, khususnya di Indonesia, perihal komunikasi elektronik pada era ini diatur dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik atau yang lebih dikenal dengan UU ITE.

Hadirnya UU ITE dalam konteks berkomunikasi, telah memberikan aturan serta pemahaman baru dalam bersosial media. Salah satunya terkait dengan etika menggunakan aplikasi chatting seperti whatsapp, line, dan lain sebagainya. Dalam mengakses aplikasi chatting tersebut, seseorang tidak dapat dengan serta merta melakukan penghinaan atau pencemaran nama baik seseorang. Kendatipun aplikasi itu bersifat privat dan hanya dua orang atau lebih yang mengaksesnya, UU ITE dalam Pasal 27 nya yang sangat terkenal itu, mengatur perihal penghinaan dan pencemaran nama baik dalam kegiatan chatting.

Apakah Menghina di Aplikasi Chatting Dapat Diproses Hukum?

Sebagai ilustrasi, sebut saja si “A” menghina si “B” dalam percakapan pada aplikasi whatsapp dengan sebutan “bajingan, bedebah, pelacur”. Dalam perkara tersebut, si A telah dapat dikatakan memenuhi unsur Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang menyebut, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. Delik tersebut sudah memosisikan seseorang terancam pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000, 00 (satu miliar rupiah). (Vide Pasal 45 ayat (1) UU ITE).

 

Hubungi kami untuk mendapatkan bantuan konsultasi online lebih detail lagi tentang Apakah Menghina di Aplikasi Chatting Dapat Diproses Hukum?. Tim pengacara kami siap untuk membantu secara professional untuk anda semua.

Delik tersebut di atas juga berlaku dalam group whatsapp atau line, atau sebagainya. Namun sedikit catatan, bahwa delik tersebut merupakan delik aduan yang mana harus ada pengaduan dari korban in casu barulah dapat diproses. Pengaturan tentang delik aduan ini tidak muncul dalam UU ITE, namun buah dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008 mengenai konstitusionalitas Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Sebelum berkembangnya teknologi komunikasi, terkait pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 310 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi:

  1. Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
  2. jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sedangkan terkait dengan penghinaan ringan, diatur dalam Pasal 315 KUHP yang berbunyi, “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

Pengaturan dalam KUHP di atas, sejatinya mengatur tentang penghinaan namun media yang digunakan oleh seseorang dalam melakukan tindak pidana tersebut bukanlah media elektronik whatsapp, line, atau sebagainya yang termasuk sebagai media elektronik menurut UU ITE. Sehingga terhadap perbuatan penghinaan dalam aplikasi whatsapp katakanlah, berlaku asas lex specialis derogate lex generalis, yang secara sederhana diartikan bahwa undang-undang khusus mengesampingkan undang-undang umum. Sehingga terhadap perbuatan penghinaan dalam aplikasi chatting atau media elektronik lainnya, dapat diproses secara hukum dengan memberlakukan UU ITE sebagai lex spesialis dalam penanganan perkaranya.

Call Us
Chat WA