0813 100 111 61 | [email protected]

Home » Informasi Hukum » Apa Yang Harus Dilakukan Perusahaan Apabila Karyawan Membocorkan Rahasia Perusahaan?

Apa Yang Harus Dilakukan Perusahaan Apabila Karyawan Membocorkan Rahasia Perusahaan?

Dalam dunia perusahaan, hubungan baik antara karyawan dengan perusahaan memang harus dijalin sedemikian rupa. Mengingat antara karyawan dengan perusahaan memiliki hubungan timbal balik dalam roda perekonomian suatu perusahaan. Namun, tidak jarang terjadi dalam suatu waktu, karyawan atau mantan karyawan melakukan perbuatan yang mana menurut perusahaan, perbuatan tersebut masuk dalam kategori pembocoran rahasia perusahaan sehingga menimbulkan kerugian materil dan immaterial bagi perusahaan.

Yang Harus Dilakukan Perusahaan Apabila Karyawan Membocorkan Rahasia Perusahaan

Sebelum berangkat lebih jauh, terdapat perbedaan antara Rahasia Perusahaan dengan Rahasia Dagang. Sebagaimana dikutip dalam Pedoman Penjelasan Pasal 23 Uu Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang dimuat dalam laman http://www.kppu.go.id, Rahasia perusahaan tidak dapat disamakan dengan rahasia dagang mengingat dalam rahasia dagang pemegang hak dapat memberikan lisensi kepada pihak lain, karena rahasia dagang sudah pasti memiliki nilai ekonomis (sedangkan rahasia perusahaan tidak), rahasia dagang adalah hak atas kekayaan intelektual yang menurut sistem hukum Eropa continental merupakan suatu recht op voorbrengselen van de geest (hak atas hasil-hasil produk kejiwaan manusia), sedangkan rahasia perusahaan belum tentu.

Menurut ketentuan Pasal 23 UU No. 5 Tahun 1999, rahasia perusahaan adalah informasi tentang kegiatan usaha pelaku usaha yang diklasifikasikan sebagai rahasia perusahaan. Sedangkan Menurut Pasal 1 angka 1 UU No. 30/ 2000 Tentang Rahasia Dagang, Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.

Unsur rahasia perusahaan yang dimaksud adalah segala informasi kegiatan usaha yang bersifat rahasia. Unsur kegiatan usaha menunjukkan bahwa pemilik informasi yang dapat dianggap sebagai rahasia perusahaan adalah pelaku usaha, karena ia menjalankan kegiatan usaha, atau dengan kata lain ada perusahaannya. Hal ini berbeda dari pengertian rahasia dagang, karena dalam konteks rahasia dagang tidak harus dan tidak selalu bahwa pemilik rahasia dagang melakukan kegiatan usaha untuk menjalankan hak-haknya yang lahir dari kepemilikannya atas rahasia dagang tersebut, sebagaimana dijabarkan di bawah ini. (www.kppu.go.id)

Namun terlepas dari perbedaan Pengertian di atas, sebenarnya antara rahasia perusahaan dengan rahasia dagang dapat dikatakan identic sepanjang hal tersebut mengandung nilai ekonomis. Sehingga apabila seseorang dengan sengaja mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkari kesepakatan atau mengingkari kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia Dagang yang bersangkutan, pihak perusahaan dapat melaporkan tindakan tersebut sebagai suatu tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Jo Pasal 13 UU No. 30/2000, yaitu:

Pasal 17

  1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Rahasia Dagang pihak lain atau melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 atau Pasal 14 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
  2. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan delik aduan.

Delik di atas merupakan suatu delik aduan dimana pihak perusahaan harus melakukan pengaduan terlebih dahulu agar tindakan tersebut dapat diproses. Selain pengaduan sebagaimana diuraikan di atas, Perusahaan juga dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri sebagainmana diatur dalam Pasal 11 Jo Pasal 4 UU No. 30/2000 yang mengatur bahwa Pemegang Hak Rahasia Dagang atau penerima Lisensi dapat menggugat siapa pun yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, berupa gugatan ganti rugi dan/atau penghentian semua perbuatan sebagaimana dalam Pasal 4.

 

Hubungi kami untuk mendapatkan bantuan konsultasi online lebih detail lagi tentang Apa Yang Harus Dilakukan Perusahaan Apabila Karyawan Membocorkan Rahasia Perusahaan?. Tim pengacara kami siap untuk membantu secara professional untuk anda semua.

Apabila pihak yang membocorkan rahasia tersebut merupakan seorang karyawan yang masih aktif bekerja pada perusahaan dan perusahaan hendak melakukan pemutusan hubungan kerja, pihak perusahaan dapat melakukannya dengan terlebih dulu melihat aturan dalam Pasal 158 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003) juncto angka 3 huruf a Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE-13/MEN/SJ-HK/I/2005 Tentang Putusan Mahkamah Konstitusi Atas Hak Uji Materil Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Terhadap Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (SE Menakertrans 13/2005), dimana perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja akibat kesalahan berat yang dilakukan karyawan, maka harus ada putusan hakim pidana yang berkekuatan hukum tetap atas pekerja yang bersangkutan terlebih dahulu, barulah pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan.

Perusahaan juga dapat mengajukan gugatan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum pada Pengadilan Negeri dengan dasar hukum Pasal 1243 KUHPdt, yang mana perjanjian kerja yang dibuat mengatur mengenai kewajiban karyawan melindungi rahasia dagang yang terdapat dalam perjanjian kerja tersebut. Perjanjian kerja tersebut dapat menjadi dasar hukum dalam mengajukan gugatan berdasarkan Pasal 1338 KUHPdt yang menyatakan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi yang membuatnya. Adapun Perbuatan Melawan hukum didasari atas ketentuan Pasal 1365 KUHPdt yang menyatakan bahwa tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.

Selain dengan penyelesaian sengketa melalui jalur hukum di atas, Perusahaan juga dapat menyelesaikan sengketa melalui arbitrase atau alternative dispute resolution dalam bentuk negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan cara lain yang dipilih sesuai dengan undang-undang yang berlaku, mengingat antara karyawan dan Perusahaan pastinya memiliki suatu perjanjian kerja yang disepakati bersama. Pada prinsipnya, baik rahasia perusahaan maupun rahasia dagang memiliki basis perlindungan hukum untuk tujuan melindungi kepentingan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Tinggal bagaimana perusahaan menyikapi setiap sengketa yang ada melalui pilihan jalur penyelesaian sengketa yang dapat memberikan win win solution bagi para pihak.

Call Us
Chat WA